Jumat, 16 Oktober 2009

BELAJAR KOMPUTERISASI AKUNTANSI

TEMAN-TEMAN YANG SENANG DENGAN JURUSAN KOMPUTERISASI AKUNTANSI, INI ADALAH BLOG YANG BISA DIJADIKAN PEDOMAN DALAM BELAJAR KOMPUTER AKUNTANSI DENGAN ASYIK. SELAMAT BELAJAR!!!

SALAM AKUNTANSI!!

PERANAN KOMPUTER DALAM BIDANG AKUNTANSI

Perkembangan teknologi informasi sangat cepat dan mempengaruhi pola budaya masyarakat pada berbagai bidang kehidupan. Pendidikan, riset dan ilmu pengetahuan, hukum, militer, pemerintahan dan administrasi pemerintahan, seni dan entertainment, keuangan dan perbankan, bursa saham, komunikasi dan penyiaran, dan sebagainya tidak lepas dari pengaruh perkembangan teknologi informasi ini.

Dalam bidang keuangan pemerintahan daerah, sudah mulai ada perhatian yang lebih besar terhadap penilaian kelayakan praktik manajemen pemerintahan yang mencakup perbaikan sistem akuntansi manajemen, sistem akuntansi keuangan, perencanaan keuangan dan pembangunan, sistem pengawasan dan pemeriksaan, serta berbagai implikasi finansial atas kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah. Pemerintah daerah saat ini tengah menghadapi tekanan untuk lebih efesien, memperhitungkan biaya ekonomi dan biaya sosial, serta dampak negatif atas aktivitas yang dilakukan. Dalam pengelolaan keuangan daerah, pemerintah daerah diharapkan dapat menyediakan informasi atas anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan informasi akuntansi yang akan digunakan manajer publik dalam melakukan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi secara tepat waktu, relevan, akurat, dan lengkap. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu teknologi sistem informasi (hardware dan software) untuk menyediakan informasi tersebut agar informasi yang dibutuhkan tersedia tepat waktu.
Sejak ditemukan teknologi komputer pada tahun 1955 maka peradapan dunia telah memasuki era informasi. Sebenarnya perkembangan teknologi informasi diawali sejak diketemukannya mesin ketik oleh Guttenberg pada tahun 1450. Teknologi informasi dengan komputer sebagai motor penggeraknnya telah merubah banyak bidang kehidupan. Pemprosesan informasi berbantuan komputer mulai dikenal orang dan hingga saat ini banyak software yang dapat digunakan sebagai alat pengolah data untu menghasilkan informasi yang tepat waktu, akurat, dan lebih valid.

Dalam bidang pemprosesan informasi, perkembangan akuntansi akan dimulai dengan perkembangan dalam sistem pencatatan akuntansi. Sistem pencatatan akuntansi yang pertama diperkenalkan adalah single entry bookkeeping. Dalam perkembangannya sistem ini tidak memadai lagi di dalam penyediaan informasi akuntansi, seperti beberapa pendapatan yang diperoleh selama satu periode; berapa perubahan kekayaan yang dimiliki oleh suatu pemerintah daerah dan sebagainya.

Pada abad 15, dalam bidang akuntansi mulai diperkenalkan sistem pencatatan double entry bookkeeping yang menggantikan single entry bookkeeping. Dengan sistem ini setiap transaksi akan dicatat pada sisi debit dan kredit sehingga jumlah keduanya berimbang serta para pemakai laporan keuangan sudah bisa mengetahui secara tepat waktu atas harta dan kewajibannya.

Pada tahun 1980-an pengelolaan keuangan daerah diperkenalkan manual administrasi keuangan daerah (Makeuda) yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 900-099 tahun 1980 dengan sistem single entry bookkeeping. Dalam sistem ini, pencatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan mencatatnya satu kali. Transaksi yang berakibat bertambahnya kas akan di catat pada sisi penerimaan dan transaksi yang berakibat berkurangnya kas akan dicatat pada sisi pengeluaran. Sistem pencatatan single entry bookkeeping memiliki kelebihan yaitu sangat sederhana tetapi memiliki kelemahan yaitu kurang bagus untuk pelaporan (kurang memudahkan penyusunan pelaporan), sulit menemukan kesalahan pembukuan yang terjadi, dan sulit dikontrol, untuk mengatasi kelemahan tersebut maka diperkenalkan double entry bookkeeping.

Pada tahun 2002 pengelolaan keuangan daerah diperkenalkan sistem pencatatan double entry bookeeping yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 29 Tahun 2002. Menurut sistem ini, suatu transaksi akan dicatat dua kali yaitu pada sisi debit dan sisi kredit yang sering disebut dengan menjurnal kemudian diposting ke dalam buku besar dan buku pembantu, baru kemudian dapat disusun neraca saldo, dan berikutnya dapat disusun laporan keuangan. Menurut Kepmendagri ini proses pencatatan menggunakan sistem pencatatan double entry bookeeping dengan basis kas modifikasian (modified cash basis) yaitu sistem pencatatan yang merupakan kombinasi dasar kas dengan dasar akrual, yaitu transaksi penerimaan kas atau pengeluaran kas dibukukan (dijurnal) dan pada akhir periode dilakukan penyesuaian untuk mengakui transaksi dan kejadian tersebut belum direalisir. Sedangkan berdasarkan PP No. 24 tahun 2005, basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah adalah basis kas untuk pengakuan laporan realisasi anggaran dan basis akrual untuk neraca.

Dalam era teknologi inforamsi, pemakaian komputer untuk pemprosesan informasi merupakan suatu keharusan karena teknologi komputer akan memberikan beberapa keuntungan sebagai berikut ini ( Wilkinson, 2000 )
1. Pemprosesan terhadap transaksi dan data lain menjadi lebih cepat.
2. Durasi di dalam penghitungan dan perbandingan data menjadi lebih akurat;
3. Pemprosesan terhadap transaksi menjadi lebih murah;
4. Penyiapan leporan dan output lainnya menjadi lebih tepat waktu;
5. Sistem penyimpanan data menjadi lebih ringkas dan lebih mudah ketika dibutuhkan;
6. Karyawan menjadi lebih produktif;

Selain pemanfaatan teknologi informasi akan memiliki keuntungan seperti yang diuraikan sebelumnya, sebenarnya untuk mendukung tiga tujuan utama penyusunan sistem informasi yaitu ( Hall, 2001);
1. Mendukung fungsi pengeurusan (stewardship) manajemen.
Stewardship merujuk ke tanggungjawab manajemen dalam mengatur sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah secara benar.
2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen.
3. Mendukung kegiatan operasional pemerintah daerah hari demi hari dengan efesien dan efektif.

Kebutuhan suatu organisasi akan sistem teknologi informasi juga akan disesuaikan dengan ukuran organisasi. Dalam organisasi yang kecil, sebuah personal komputer (PC) sudah dianggap cukup memadai sebagai satu-satunya alat di dalam pemprosesan informasi. Tetapi di dalam organisasi yang besar seperti pemerintah daerah maka sebuah PC saja sudah tidak memadai lagi. Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan komputer dengan fasilitas jaringan yang merupakan suatu sistem pengkomunikasian data ataupun informasi yang memungkinkan suatu organisasi untuk dapat melakukan sharing informasi. Hal ini memudahkan pemakai informasi untuk mengakses data lebih cepat dan real time.

Rabu, 14 Oktober 2009

SEJARAH AKUNTANSI DAN KOMPUTER

SEJARAH AKUNTANSI

Lama sebelum dokumen-shredding menjadi berita utama, akuntan ditemukan sendiri di bawah tekanan untuk berubah.
Selama dua dekade, inovasi dalam teknologi komputer yang diberikan banyak kolot auditor dari fungsi usang, prodding akuntan untuk mencari cara lain untuk menghasilkan pendapatan.
Perusahaan untuk memproduksi hasil rosier-lamanya untuk selama-besar dan savvier shareholding memaksa akuntan publik untuk mencari cara untuk memberikan yang terbaik mungkin spin pada klien laporan keuangan.
Kemudian ada kerakusan sederhana. Industri yang telah ditunjukkan itu rentan. Pada awal tahun 1970-an, seorang akuntan menonjol adalah terkait dengan skandal Watergate. Dekade berikutnya, maka tabungan dan kredit krisis membangkitkan pertanyaan tentang bagaimana akuntan dapat membiarkan hal itu bisa jadi buruk.
Dalam beberapa tahun terakhir, mitra membayar, sebagian besar ditentukan oleh penagihan tarif per jam, jatuh di belakang dengan cara akuntan ''saudara-saudara-bank investasi, kaya dengan kebangkitan stok-pasar budaya dari''80s dan''90s. Mempekerjakan konsultan dan orang yang menjual jasa kepada klien audit adalah salah satu cara untuk mempersempit kesenjangan.
Dan akhirnya kuno profesi dikorbankan publik keyakinan bahwa underpinned nya reputasi.
Industri dibentuk sebagai wadah kepercayaan, yang berasal lebih dari 10.000 tahun yang lalu dengan batu counters di Yerikho. Sumeria kuno di kota-kota di tanah yang sekarang Irak, bookkeepers kekayaan didokumentasikan dengan menekan sticks berakhir menjadi uap dari tanah liat tablet yang keras tetap menjadi catatan.
Formal akuntansi telah invented by a Franciscan rahib bernama Luca Pacioli di 1494 dalam karya "Summa de Arithmetica, Geometria, Proportioni et Proportionalita" ( "Segala Tentang Arithmetic, Geometry dan Proporsi").
Yang mendalam dijelaskan double-entry pembukuan - untuk setiap kredit yang dimasukkan ke dalam buku besar yang harus ada debet, sebuah konsep yang dibuat oleh pedagang Florentine dan hailed oleh Goethe sebagai "salah satu yang paling indah Discoveries dari roh manusia."
Bersama oleh tiga traits pedagang sukses, Bapak Pacioli menulis, adalah akses ke uang tunai, yang terus diperbarui sistem akuntansi yang baik dan pemegang buku. Christopher Columbus his kontemporer ternyata tahu bahwa: Pada Nya pelayaran ke New World, ia mengambil sebuah kerajaan akuntan untuk melacak his "perdayaan lembar ketika ia mulai angka biaya emas dan rempah-rempah ia akan menumpuk," menurut Alistair Cooke dari 1973 buku " Amerika. "
Kerajinan yang sedikit berubah sampai revolusi industri, ketika akuntansi lanjutan dari recordkeeping murni untuk sarana untuk hidup. Josiah Wedgwood, kakek dari Charles Darwin, ia tetap hidup pabrik tembikar Inggris selama depresi dari 1772 melalui inovasi biaya akuntansi - menghitung biaya bahan dan tenaga kerja untuk setiap langkah dari proses manufaktur, dan kemudian menetapkan harga untuk memastikan margin yang cukup untuk tetap bersemangat.
Pada pertengahan abad ke-19, "accompants," yang dikenal sebagai akuntan, yang subur di Inggris. Cooper yang saudara-saudara, yang namanya hidup di Pricewaterhouse Coopers, yang berlari Dickensian pengoperasian screeching supervisor lording atas clerks toiling panjang jam untuk membayar sedikit. Industri diikuti Eropa investasi ke New World, dan pada tahun 1887, 31 akuntan pendahulu untuk membentuk American Institute of Certified Public Accountants. J dekade kemudian, mereka membuat standar tes, bestowing pada seorang laki-laki bernama Frank Broaker kehormatan menjadi yang pertama BPA.

SEJARAH KOMPUTER

Perkembangan teknologi informasi sangat cepat dan mempengaruhi pola budaya masyarakat pada berbagai bidang kehidupan. Pendidikan, riset dan ilmu pengetahuan, hukum, militer, pemerintahan dan administrasi pemerintahan, seni dan entertainment, keuangan dan perbankan, bursa saham, komunikasi dan penyiaran, dan sebagainya tidak lepas dari pengaruh perkembangan teknologi informasi ini.

Dalam bidang keuangan pemerintahan daerah, sudah mulai ada perhatian yang lebih besar terhadap penilaian kelayakan praktik manajemen pemerintahan yang mencakup perbaikan sistem akuntansi manajemen, sistem akuntansi keuangan, perencanaan keuangan dan pembangunan, sistem pengawasan dan pemeriksaan, serta berbagai implikasi finansial atas kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah. Pemerintah daerah saat ini tengah menghadapi tekanan untuk lebih efesien, memperhitungkan biaya ekonomi dan biaya sosial, serta dampak negatif atas aktivitas yang dilakukan. Dalam pengelolaan keuangan daerah, pemerintah daerah diharapkan dapat menyediakan informasi atas anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan informasi akuntansi yang akan digunakan manajer publik dalam melakukan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi secara tepat waktu, relevan, akurat, dan lengkap. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu teknologi sistem informasi (hardware dan software) untuk menyediakan informasi tersebut agar informasi yang dibutuhkan tersedia tepat waktu.
Sejak ditemukan teknologi komputer pada tahun 1955 maka peradapan dunia telah memasuki era informasi. Sebenarnya perkembangan teknologi informasi diawali sejak diketemukannya mesin ketik oleh Guttenberg pada tahun 1450. Teknologi informasi dengan komputer sebagai motor penggeraknnya telah merubah banyak bidang kehidupan. Pemprosesan informasi berbantuan komputer mulai dikenal orang dan hingga saat ini banyak software yang dapat digunakan sebagai alat pengolah data untu menghasilkan informasi yang tepat waktu, akurat, dan lebih valid.

Dalam bidang pemprosesan informasi, perkembangan akuntansi akan dimulai dengan perkembangan dalam sistem pencatatan akuntansi. Sistem pencatatan akuntansi yang pertama diperkenalkan adalah single entry bookkeeping. Dalam perkembangannya sistem ini tidak memadai lagi di dalam penyediaan informasi akuntansi, seperti beberapa pendapatan yang diperoleh selama satu periode; berapa perubahan kekayaan yang dimiliki oleh suatu pemerintah daerah dan sebagainya.

Pada abad 15, dalam bidang akuntansi mulai diperkenalkan sistem pencatatan double entry bookkeeping yang menggantikan single entry bookkeeping. Dengan sistem ini setiap transaksi akan dicatat pada sisi debit dan kredit sehingga jumlah keduanya berimbang serta para pemakai laporan keuangan sudah bisa mengetahui secara tepat waktu atas harta dan kewajibannya.

Pada tahun 1980-an pengelolaan keuangan daerah diperkenalkan manual administrasi keuangan daerah (Makeuda) yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 900-099 tahun 1980 dengan sistem single entry bookkeeping. Dalam sistem ini, pencatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan mencatatnya satu kali. Transaksi yang berakibat bertambahnya kas akan di catat pada sisi penerimaan dan transaksi yang berakibat berkurangnya kas akan dicatat pada sisi pengeluaran. Sistem pencatatan single entry bookkeeping memiliki kelebihan yaitu sangat sederhana tetapi memiliki kelemahan yaitu kurang bagus untuk pelaporan (kurang memudahkan penyusunan pelaporan), sulit menemukan kesalahan pembukuan yang terjadi, dan sulit dikontrol, untuk mengatasi kelemahan tersebut maka diperkenalkan double entry bookkeeping.

Pada tahun 2002 pengelolaan keuangan daerah diperkenalkan sistem pencatatan double entry bookeeping yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 29 Tahun 2002. Menurut sistem ini, suatu transaksi akan dicatat dua kali yaitu pada sisi debit dan sisi kredit yang sering disebut dengan menjurnal kemudian diposting ke dalam buku besar dan buku pembantu, baru kemudian dapat disusun neraca saldo, dan berikutnya dapat disusun laporan keuangan. Menurut Kepmendagri ini proses pencatatan menggunakan sistem pencatatan double entry bookeeping dengan basis kas modifikasian (modified cash basis) yaitu sistem pencatatan yang merupakan kombinasi dasar kas dengan dasar akrual, yaitu transaksi penerimaan kas atau pengeluaran kas dibukukan (dijurnal) dan pada akhir periode dilakukan penyesuaian untuk mengakui transaksi dan kejadian tersebut belum direalisir. Sedangkan berdasarkan PP No. 24 tahun 2005, basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah adalah basis kas untuk pengakuan laporan realisasi anggaran dan basis akrual untuk neraca.

Dalam era teknologi inforamsi, pemakaian komputer untuk pemprosesan informasi merupakan suatu keharusan karena teknologi komputer akan memberikan beberapa keuntungan sebagai berikut ini ( Wilkinson, 2000 )
1. Pemprosesan terhadap transaksi dan data lain menjadi lebih cepat.
2. Durasi di dalam penghitungan dan perbandingan data menjadi lebih akurat;
3. Pemprosesan terhadap transaksi menjadi lebih murah;
4. Penyiapan leporan dan output lainnya menjadi lebih tepat waktu;
5. Sistem penyimpanan data menjadi lebih ringkas dan lebih mudah ketika dibutuhkan;
6. Karyawan menjadi lebih produktif;

Selain pemanfaatan teknologi informasi akan memiliki keuntungan seperti yang diuraikan sebelumnya, sebenarnya untuk mendukung tiga tujuan utama penyusunan sistem informasi yaitu ( Hall, 2001);
1. Mendukung fungsi pengeurusan (stewardship) manajemen.
Stewardship merujuk ke tanggungjawab manajemen dalam mengatur sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah secara benar.
2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen.
3. Mendukung kegiatan operasional pemerintah daerah hari demi hari dengan efesien dan efektif.

Kebutuhan suatu organisasi akan sistem teknologi informasi juga akan disesuaikan dengan ukuran organisasi. Dalam organisasi yang kecil, sebuah personal komputer (PC) sudah dianggap cukup memadai sebagai satu-satunya alat di dalam pemprosesan informasi. Tetapi di dalam organisasi yang besar seperti pemerintah daerah maka sebuah PC saja sudah tidak memadai lagi. Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan komputer dengan fasilitas jaringan yang merupakan suatu sistem pengkomunikasian data ataupun informasi yang memungkinkan suatu organisasi untuk dapat melakukan sharing informasi. Hal ini memudahkan pemakai informasi untuk mengakses data lebih cepat dan real time.